Showing posts with label Ceritaku. Show all posts
Showing posts with label Ceritaku. Show all posts

Monday, November 9, 2009

Alhamdulillah, Weblogku Dapat PageRank 1

Halo semua, kawan-kawanku yang pernah mengunjungi weblogku maupun belum. Sudah berapa lama ya aku tidak menulis posting? Terakhir aku nge-post tentang CMS Plone 30 Agustus 2009 lalu. Berarti kalau dihitung mundur, aku sudah tidak menulis postingan selama dua bulan lebih! Harap maklum dengan kondisi ini, karena saya juga sedang disibukkan dengan kegiatan kuliahku yang cukup padat dengan berjibun tugas dan kegiatan organisasi di kampus. Maafku untuk Anda semua yang mungkin merindukan tulisan-tulisanku, :D.

Postingan kali ini adalah hanya untuk pemberitahuan kepada Anda semua mengenai informasi yang ternyata memberi kabar gembira buatku. Berulang kali aku mengucap syukur karenanya. Berulang kali aku memuji Allah SWT karena karunia-Nya yang tak terbantahkan. Berulang kali aku berteriak gembira dalam hati. Tentu aku tidak akan berteriak secara keras-keras, karena aku menulis postingan ini di dalam warnet. Jika aku berteriak, apa kata operator warnet dan pengguna internet di sebelahku nanti. Bisa-bisa aku dibawa ke Rumah Sakit Jiwa untuk perawatan lebih lanjut. Oke, jika terlalu banyak pengantar, Anda selaku para pembaca pasti akan beralih ke situs lain dan meninggalkan weblogku. Huehehe.

Baiklah, akan aku beritahukan apa yang telah terjadi. Yang telah terjadi adalah:

ALHAMDULILLAH, WEBLOGKU YANG BERALAMATKAN DI HTTP://WWW.ANANDA-RIFQY.COM TELAH MENDAPAT ANUGERAH GOOGLE PAGERANK LEVEL 1



Itulah yang telah terjadi. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Syukur, syukur, syukur. Terima kasih ya Allah SWT, Tuhan semesta alam. Dan terima kasih buat Om Google yang baik hati.

Aku merasa, pemberian PageRank 1 oleh Om Google tersebut merupakan sebuah penghargaan kecil atas jerih payahku yang telah membangun weblog ini lalu menulis posting untuk mengisi konten weblog ini sejak cukup lama. Aku juga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga untuk kawan-kawan dan Anda semua yang telah berkenan dan mau mengunjungi weblogku yang sederhana ini, walau mungkin hanya sebatas melihat-lihat, syukur-syukur kawan-kawan dan Anda semua ikhlas memberikan kritik dan saran serta komentar-komentarnya terhadap postingan-postinganku sebelumnya. Pemberian anugerah tersebut membuatku semakin bersemangat untuk menulis posting-posting lainnya dengan tema yang universal dan berbeda-beda pula, dan sangat memungkinkan untuk membuatku bersemangat mencari pendapatan tambahan dari internet dengan bekal weblog pribadiku ini. Semoga bisa tercapai. Amin. Doakan ya kawan. Aku juga mendoakan kepada kawan-kawan semua yang mungkin memiliki blog pula, untuk lebih serius lagi dalam mengelola weblognya. Mari kita sama-sama belajar untuk menjadi lebih baik. Semoga postingan kali ini bermanfaat bagi semua. Tetap semangat jalani hidup ini!

Oh ya kawan, ada yang berbeda tidak tentang gaya penulisan dan gaya bahasa postinganku kali ini, jika dibandingkan dengan postingan sebelumnya? Give me some comments if you know what are the differences.

Sampai jumpa di postingan berikutnya dan jangan bosan-bosan main ke weblogku ya. Salam Damai......
Read more »

Saturday, August 29, 2009

Dua Kali Terbaring Sakit Karena Satu Macam Penyakit

Apa yang saya alami ini terjadi baru-baru saja, seminggu lebih. Dan dalam seminggu lebih itu, saya dua kali terbaring sakit. Yang pertama terjadi sebelum bulan Ramadhan, dan yang kedua terjadi di awal-awal bulan Ramadhan. Langsung saja saya ceritakan untuk mempersingkat waktu.

Perlu untuk Anda ketahui, saya adalah mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB), Malang untuk tahun akademik 2009/2010 atau bisa juga disebut angkatan '47. Saya mengambil jurusan Agribisnis di Fakultas Pertanian. Tentu karena saya berkuliah di Malang, saya harus indekos di dekat UB, karena rumah orang tua saya di Sidoarjo. Namun, saya membawa kendaraan sepeda motor untuk kemudahan transportasi.

Sebagai mahasiswa baru, tentu lumrah jika kita wajib mengikuti yang namanya Orientasi Pengenalan Kampus (OSPEK). Begitu juga yang ada di UB. Kegiatan itu berlangsung selama empat hari, satu hari ospek tingkat universitas yang mana peng-handle adalah para senior mahasiswa dari Eksekutif Mahasiswa (EM UB) pusat. Dan yang tiga hari setelahnya adalah ospek tingkat fakultas yang mana peng-handle adalah para senior mahasiswa dari BEM Fakultas.

Hari pertama, yaitu pada tanggal 18 Agustus 2009, bertepatan pada hari Selasa, diselenggarakan yang namanya PK2MU (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas). Kegiatannya dibuka dengan upacara yang dimulai sekitar pukul 07.00 (tapi saya tidak tahu pasti karena semua mahasiswa baru tidak diperkenankan membawa jam tangan dan handphone). Kegiatan PK2MU dibuka oleh Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito. Setelah itu, semua mahasiswa baru yang terbagi antara cluster 1-22, dibawa menuju dua tempat. Yang cluster 1-11 menuju gedung Samantha Krida untuk mengikuti acara seminar yang pembicaranya adalah Rektor UB dengan Pembantu Rektornya (ada tiga Pembantu Rektor), diikuti temu tokoh yang menghadirkan salah satu pimpinan KPK, M. Jasin. Beliau juga lulusan S1 UB jurusan Ilmu Administrasi (dulu Ilmu ketatanegaraan). Sedangkan yang cluster 12-22 menuju gazebo dekat Fakultas Kedokteran untuk diberi materi training motivation. Setelah duhur, kedua kloter ini bertukar tempat agar dapat merasakan acara yang sama. Saya sendiri masuk cluster 6.

Sebelumnya, pada pukul 05.00, kami para mahasiswa baru, khususnya Fakultas Pertanian, mendapat briefing dari kakak senior mengenai perihal tugas-tugas yang harus dibawa esok hari Selasa untuk ospek Fakultas. Saya melalui hari pertama dengan cukup lancar. Setelah acara usai pukul 17.00, saya kembali ke kos saya.

Setelah solat asar, mandi, kemudian solat magrib, saya berkoodinasi dengan teman-teman kelompok saya yang tergabung dalam kelompok 15 (Kelompok Kutu Daun) untuk membahas tugas kelompok dan individu agar lebih mudah. Setelah clear, saya kembali ke kos saya sekitar pukul 21.30. Sampai kos langsung silat isya', kemudian menuju meja belajar untuk mengerjakan tugas-tugas dari kakak senior yang berjibun. Awalnya saya merasa masih fit, namun suara agak serak-serak karena berteriak sepanjang hari untuk meneriakkan jargon Brawijaya. Ketika tugas sudah terselesaikan 80%, saya merasa lelah, sehingga saya memutuskan untuk beristirahat. Waktu itu jam menunjukkan pukul 02.30 dini hari. Di sinilah petaka dimulai.

Saat bangun, jam ternyata telah menunjukkan pukul 8.00 WIB. Ditambah lagi badan meriang, suara nyaris hilang, batuk-batuk, dan tenggorokan gatal. Seketika itu pula saya langsung ke dokter untuk diperiksa, dan ternyata saya sakit radang tenggorokan. Saya disuruh istirahat dua hari. Saya juga diberi surat dokter. Langkah selanjutnya adalah memohon bantuan ibu kos untuk menulis surat dan menyerahkannya ke ketua pelaksana ospek. Bahkan orang tua sampai harus datang dari Sidoarjo sore harinya karena khawatir.

Setelah dua hari berlalu, saya sudah merasa agak enakan. Saya bertekad mengikuti ospek di hari terakhir, sekalipun belum fit betul. Karena itu, saya langsung menghubungi teman-teman saya untuk bertanya tugas-tugas apa yang harus dibawa di hari ospek terakhir, yaitu hari Jumat, 21 Agustus 2009. Setelah tugas selesai, saya besok bisa mengikuti ospek dengan cukup lancar dan ospek pun berakhir. Saya bersyukur karena tidak usah megikuti ospek sebagai pengganti hari saya tidak masuk. Malam hari saya ikut tarawih, karena besok Sabtunya, 22 Agustus 2009, puasa sudah dimulai.

Hari pertama puasa lancar. Tarawih kedua pun saya jalani dengan baik di malam harinya. Tapi, petaka kembali terjadi sesaat setelah sahur. Badan kembali meriang, batuk-batuk, pusing. Saya memutuskan setelah solat subuh langsung tidur, berharap ketika bangun sudah baik kembali. Tapi, apa yang saya harapkan tidak berjalan sesuai harapan. Badan tetap tidak enak. Tapi, saya tetap memaksakan diri untuk puasa hingga magrib. Nah, setelah buka puasa, badan saya semakin panas, batuk-batuk, pusing semakin berat. Langsung saja saya memberitahu orang tua, dan mereka langsung menjemput saya malam itu juga habis isya' dari Sidoarjo. Setelah dijemput, saya langsung pulang dan esoknya saya berobat ke dokter, dan dengan terpaksa saya tidak berpuasa selama tiga hari terhitung mulai Senin, 24 Agustus 2009 sampai hari Rabu. Pada hari Kamisnya, saya kontrol kembali ke dokter dan diberi beberapa obat tambahan dan vitamin, namun saya telah puasa. Jadi, minum obatnya sehabis buka dan sehabis sahur. Padahal hari Selasa, Kamis, dan Jum'at adalah jadwal kuliah saya, Tapi, ya terpaksa izin. Dan saya akan masuk pada hari Selasa beikutnya.

Demikianlah cerita saya. Saya mengalami sakit dua kali hanya dalam waktu yang berdekatan. Dan penyebabnya hanya satu macam, radang tenggorokan. Penyakit ini paling sering saya alami. Mungkin karena alergi.
Read more »

Thursday, July 9, 2009

Goyang Dangdut di Jalan Raya Porong

Cerita yang akan saya ceritakan ini bukan saya sendiri yang mengalami. Tetapi, melihat pengalaman orang lain. Hal itu terjadi pada hari Senin, tanggal 29 Juni 2009. Pada hari itu saya ada keperluan untuk menyerahkan berkas daftar ulang yang belum saya serahkan saat daftar ulang PSB mahasiswa baru di Universitas Brawijaya, Malang, pada tanggal 14 Mei 2009 lalu. Berkas yang akan saya serahkan adalah fotokopi ijazah yang sudah dilegalisir dan ditandatangani oleh kepala sekolah.

Saya berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB, bersama Ibu saya yang ingin menemani saya. Kami naik bus Kalisari dari Terminal Bungurasih dan tepat keluar dari terminal sekitar pukul 06.30 WIB. Seperti biasa, untuk bus jurusan Surabaya-Malang, tentu harus melewati Jalan Raya Porong yang sangat padat pada jam berapa pun. Sungguh hal itu tak akan terjadi seandainya lumpur tak menggenangi Porong dan jalan tol tetap eksis. Namun, pada hari itu kami hanya mengalami macet di daerah sekitar tanggul dekat semburan lumpur, sedangkan jalan setelahnya relatif lancar meski terasa padat. Nah, hal lucu yang saya lihat terjadi ketika bus kami telah menyeberang dari jalan tol Waru menuju ke Jalan Raya Porong.


Kemacetan Rutin di Jalan Raya Porong

Sebelumnya, sudah jamak diketahui jika sejak terjadi musibah lumpur, Jalan Raya Porong menjadi semakin sempit dan sumpek. Bagaimana tidak, kendaraan yang langganan lewat jalan tol seperti bus, beberapa mobil pribadi, truk, trailer yang akan menuju arah Pasuruan dan Malang, kini juga ikut nimbrung di jalan yang sempit itu. Ditambah lagi dengan banyaknya pedagang asongan yang santai berdiri dan berjalan di tengah jalan menjajakan dagangannya. Ditambah pula dengan banyaknya orang yang menawarkan jasa jalan alternatif di sana sini. Deru mesin kendaraan, klakson, teriakan pedagang asongan pun membahana dan tumpah ruah di jalan tersebut. Truk dan bus banyak yang berjejer memenuhi badan jalan. Sepeda motor pun banyak juga yang ambil di kiri jalan, tak sedikit yang keluar dari badan jalan. Dan tak sedikit juga pengendara sepeda motor yang "menantang" kendaraan besar dengan berjalan di antara sela-sela impitan truk dan bus. Yang membuat saya tersenyum geli dan sempat tertawa adalah tingkah laku pengendara sepeda motor tersebut yang saya saksikan dari dalam bus.

Sepanjang jalan yang berada di sekitar tanggul semburan hingga sebelum Pasar Porong, jalan terasa sempit, dan di sisi jalan dekat jalur rel kereta api, ada "jalan" tambahan" berupa gundukan tanah bergelombang dan tak rata dengan lebar sekitar 2 m. Saya melihat banyak sepeda motor melalui jalan tanah tersebut. Bus kami berada dalam posisi sebagian roda di sebelah kanan berada pada bagian jalan utama, sedangkan sebagia roda di sebelah kiri berada di atas jalan tanah tersebut. Di situlah saya mulai tersenyum dan tertawa. Para pengendara sepeda motor yang melintasi jalan tanah tersebut sudah pasti bergerak naik turun "dipaksa" mengikuti irama jalan yang bergelombang tersebut. Bagi saya, hal itu seperti sedang bergoyang dangdut. Atau mungkin lebih mirip lagi seperti seseorang yang naik kuda mainan dalam komidi putar yang biasanya banyak ditemukan di taman hiburan atau pasar malam. Naik turun sambil berjalan, apalagi bagi para pengendara sepeda motor yang berjalan agak ngebut. Tentu badannya akan bergetar cukup hebat, main sikat main embat sopo sing liwat. Saya berpikir, seru juga seandainya saya naik sepeda motor dan melewati jalan bergelombang tersebut. Tentu saya bisa menikmati hiburan "komidi putar" gratis di tengah macet yang menerpa. Tetapi, saya terlanjur naik bus dan guncangannya hanya sedikit terasa.

Saya mungkin punya solusi cepat dan tepat bagi para pengendara sepeda motor yang ingin modifikasi sepeda motornya secara gratis, khususnya modifikasi ban dan peleg. Tapi, tidak ada jaminan hasil yang baik atau malah merusak dan menimbulkan resiko kematian. Apa solusi itu? Berjalan di atas rel kereta api.........................
Read more »

 
Cheap Web Hosting | Top Web Hosts | Great HTML Templates from easytemplates.com.